Dalam membangun arsitektur suatu bangunan, ada banyak bahan yang bisa  pondasi, lantai, dan dinding. Keramik, batu bata, dan berbagai batu alam. Batu alam lebih sering mendapatkan perhatian karena memiliki ketahanan yang lebih kuat sehingga memberikan keamanan untuk suatu bangunan.

Beberapa batu alam yang sering dimanfaatkan untuk arsitektur adalah batu granit, batu marmer, batu onyx, batu limestone, dan masih banyak lagi. Khusus untuk batuan Limestone, anda harus mengetahuinya lebih dalam karena memang sangat sering digunakan sebagai bahan arsitektur.

Mengenal Limestone

Batu limestone adalah batu alam yang terbentuk karena proses endapan. Di Indonesia, batuan limestone lebih dikenal dengan nama batu kapur. Limestone merupakan batuan yang cukup sering dijadikan bahan arsitektur. 

Batuan alam yang satu ini memiliki tekstur tampilan yang kasar dan berpasir dengan berbagai warna, seperti putih, abu-abu, cokelat, dan lain sebagainya. Pada umumnya, batu kapur atau limestone memiliki warna yang netral sehingga cocok dipadukan dengan warna apa saja.

Ada 3 jenis batuan limestone yang cukup terkenal, yaitu chalk, coquina, dan travertine. Chalk merupakan jenis batu limestone dengan tekstur halus dan warna putih atau abu-abu. Coquina memiliki tekstur yang kasar dan biasanya terbentuk dari cangkang hewan. Sedangkan travertine merupakan batu kapur yang memiliki tampilan indah.

Kandungan & Proses Pembentukkan

Kandungan utama dan yang paling dominan pada batu limestone adalah kalsium karbonat. Senyawa yang satu ini juga merupakan kalsium yang membentuk cangkang pada beberapa hewan, seperti kepiting, kerang, udang, dan hewan lainnya.

Kenapa limestone atau batu kapur memiliki kandungan senyawa yang sama seperti beberapa hewan air? Karena memang proses terbentuknya batu alam yang satu ini di perairan, terutama pada perairan yang cukup hangat, tenang, dan dangkal.

Ada dua cara dalam proses pembentukan batu limestone, yaitu secara biologis dan secara kimia. Pembentukan secara biologis terjadi ketika ada pelapukan cangkang hewan, karang, dan lain sebagainya yang membentuk limestone. Contoh dari pembentukan secara biologis adalah coquina.

Sedangkan proses pembentukan secara kimia terjadi karena endapan kalsium karbonat di dalam air. Kalsium karbonat tersebut juga dapat berasal dari cangkang hewan yang mengalami pengendapan. 

Pembentukan batu kapur secara biologis dinilai lebih kuat dibandingkan pembentukan secara kimia karena batu kapur yang dibentuk dengan cara biologis mengandung kalsium karbonat yang lebih banyak. Namun, bentuknya akan jauh lebih kasar.

Meski batu kapur yang terbentuk secara biologis dinilai lebih kuat, tetapi batu kapur yang terbentuk secara kimia juga sering digunakan dalam pembangunan arsitektur. Terlebih lagi batu kapur yang terbentuk secara kimia lebih mudah dibentuk dan memiliki tekstur yang lebih halus.

Keunggulan Limestone

Berikut Keunggulan Limestone

Anda sudah mengetahui asal pembentukan batu limestone atau batu kapur. Dari proses pembentukan yang telah disebutkan sebelumnya, ada beberapa kelebihan dari batu yang satu ini. Berikut adalah keunggulan yang dimiliki oleh limestone atau batu kapur:

a. Tekstur & Tampilan

Batu kapur memiliki tampilan yang berbeda-beda, mulai dari halus hingga kasar, tergantung dari jenisnya. Batu chalk dan travertine memiliki tampilan yang lebih halus dibandingkan jenis batu kapur yang lain. Batu chalk pada umumnya memiliki tampilan yang berpori dengan warna putih atau abu-abu. Sedangkan warna pada batu travertine lebih beragam dan banyak lagi.

Sedangkan batu coquina memiliki tekstur yang cukup kasar dengan warna netral, seperti putih, abu-abu gelap, atau hitam. Dari segi penampilan, memang tidak ada corak khusus pada limestone atau batu kapur. Namun, batu kapur tetap memiliki daya jual yang sangat tinggi.

b. Pola & Motif yang Khas

Kalau berbicara tentang pola dan motif, sebenarnya batu kapur tidak memiliki pola dan motif tertentu. Proses pembentukan batu kapur yang melalui proses endapan dan pengumpulan dari cangkang hewan membuatnya memiliki bentuk yang tidak pasti.

Ada beberapa batu kapur atau limestone yang memiliki pola bergaris, bercak, dan pola lainnya. Karena memiliki pola yang hampir tidak sama dengan batu kapur lainnya, harga batu kapur ini bisa jadi sangat tinggi dan hal inilah yang membuat pola dan motif batu kapur menjadi khas.

c. Batuan yang Kuat & Tahan Lama

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya kalau limestone mengandung kalsium karbonat, sebuah senyawa yang juga membentuk cangkang yang kuat pada beberapa hewan. Proses pembentukan secara biologis membuat kalsium karbonat yang terkandung di dalam batu kapur menjadi lebih banyak.

Dengan kandungan kalsium karbonat yang sangat banyak, batu kapur memiliki ketahanan yang sangat kuat sehingga tidak mudah dihancurkan. Dengan kelebihan yang satu ini, batu kapur atau limestone sering kali dimanfaatkan untuk pondasi bangunan.

Anda dapat memanfaatkan limestone sebagai dinding, lantai, anak tangga, hingga tiang untuk bangunan besar. Selain untuk desain indoor, batu kapur juga cocok digunakan sebagai lantai atau dinding ruangan outdoor. Dengan tekstur dan tampilannya, batu kapur akan membuat ruangan sekitar jadi tampak lebih natural.

d. Dipotong Sesuai Kebutuhan

Memang batu kapur atau limestone merupakan batu yang cukup kuat sehingga agak sulit untuk memotong batu yang satu ini. Namun, anda bisa memotong batu kapur sesuai kebutuhan. Namun, pastikan anda menggunakan alat yang tepat agar hasil potongan juga lebih rapi.

e. Cocok Untuk Interior & Eksterior

Batu kapur memiliki tampilan yang bisa digunakan sebagai interior maupun eksterior suatu ruangan. Batu kapur lebih sering dimanfaatkan karena kekuatannya. Namun, bukan berarti batu kapur tidak memiliki tampilan yang bagus.

Batu kapur bisa digunakan untuk mempercantik ruangan interior atau eksterior karena memiliki warna yang netral. Dengan warna yang netral, batu kapur lebih gampang untuk berbaur dengan warna lainnya. Batu kapur juga membuat sebuah ruangan menjadi lebih natural.

Pentingnya Melakukan Perawatan Berkala Untuk Limestone

Limestone memang termasuk jenis batu yang kuat. Namun, tetap saja limestone membutuhkan perawatan yang rutin agar bisa memiliki umur yang panjang. Beberapa perawatan yang bisa anda lakukan adalah melakukan pembersihan.

Cukup dibersihkan menggunakan kain bersih untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Anda juga boleh menggunakan air bersih untuk membersihkan kotoran yang menempel. Sebenarnya memang tidak ada perawatan khusus dalam merawat batu kapur atau limestone.

Pemilihan Limestone yang Berkualitas

Pastinya anda harus memilih limestone yang berkualitas agar mendapatkan manfaat yang optimal. Cara memilih limestone yang berkualitas sebenarnya cukup mudah, dimana anda hanya perlu memastikan kekuatan dan tampilannya saja. 

Untuk mendapatkan batu kapur yang berkualitas, anda bisa menghubungi MM Galleri. MM Galleri menyediakan berbagai batu kapur dengan kualitas terbaik. Bukan hanya batu kapur, MM Galleri juga menyediakan berbagai jenis batu alam lainnya.

Setelah mengenali batu kapur atau limestone dengan lebih baik, mungkin saja kini anda tertarik untuk menggunakannya. Kalau anda memang tertarik memakai limestone, maka anda bisa menghubungi MM Galleri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *